tentang resah yang tak bisa diungkapkan kata, hingga menjadi aksara yang indah...
Senin, Juni 30
Seandainya bumi bisa bicara
Pohon-pohon hijau pasti menangis karena terkikis lahan pertokoan.
Sungai meringis karena airnya tak lagi jernih tercemar sampah yang terbuang sembarangan.
Udara tersendat polusi yang mulai membasi,
Seandainya bumi bisa bicara, bumi pasti menjerit karena sakit.
“Manusia, di mana
lagi kita akan tinggal jika
bumi sudah
tak lagi menjadi tempat yang
nyaman
untuk disinggahi?
Masihkah kita
kuasa untuk merusak
alam yang
tersisa ?”
Jumat, Juni 27
imagine
banyak hal yang selalu membuat kita jatuh cinta pada hidup dan kehidupan, berkali-kali untuk beragam alasan.
cinta yang barangkali datang dan pergi sesuai dengan situasi yang terus berganti.
membuahkan rangkaian potret perjalanan yang mengandung keselarasan makna.
pertemuan, interaksi, pertautan hati, saling memaknai, tak terkecuali perpisahan dan kematian..
Jumat, Juni 20
Broke in me
Ketika sampai dirumah, aku tertegun. Dengan rambut tergerai aku duduk mematung, mataku menatap ke arah cangkir tepat didepanku. Aku meraih sebatang rokok serta koreknya, ku nyalakan dan ku sesap dalam-dalam. Mataku tiba-tiba mengeluarkan cairan hangat membasahi pipi menghitam bekas lunturnya eyeliner.
Seandainya aku bisa membaca pikiranmu, mungkin aku sudah tau apa yang harus aku lakukan saat ini
Aku menyeka dengan tisue air mataku, aku berlari dan mengambil kunci mobil di dalam kamar, seperti biasa aku selalu menghampiri apartemen yang kau singgahi tanpa riasan diwajahku dengan mata (sedikit) sembab. Kau bahkan pernah meminta aku untuk tinggal di apartemen bersamamu, namun aku tetap memilih tinggal dirumah, walau hanya sendiri. Setibanya di depan kamar apartemen, kau selalu menyambutku dengan ciuman bibir, tanganmu mulai menyusup kedalam kaos yang ku pakai lalu aku melepaskan ciuman itu.
"Kamu kenapa?" tanyamu dengan membelai pipiku lembut
"Aku hanya sebentar disini, aku ingin mengantar makanan ini untukmu, karena aku tau tak ada lagi yang mengurusmu selain aku"
"Kamu mau kemana" tanyanya sambil memelukku
"Bukan urusanmu aku mau kemana, aku sedang malas berdebat denganmu"
Aku mencoba melepaskan pelukannya, tapi tetap ditahannya dengan sangat erat. Menyebalkan memang mencintai orang yang menyebalkan.
"Aku akan kembali lagi, aku hanya ingin bertemu temanku sebentar"
Lalu ia melepaskan pelukannya, dan dengan langkah tergontai aku meninggalkan apartemen itu. Tanpa sadar, mobilku melaju dengan kecepatan 100km/jam. Aku hampir saja mengantarkan nyawaku bertemu Tuhan.
Sesampai di cafe, aku telah ditunggu perempuan cantik, perempuan itu bernama Naila. Aku duduk disebelah Naila. Kali kedua aku bertemu dengan perempuan ini, lalu tanpa basa-basi aku mengajaknya masuk kedalam mobilku. Didalam mobil ia hanya menangis, aku dengan menahan air mataku mencoba menghiburnya. Betapa malangnya nasib perempuan cantik ini. Aku kembali ke apartemen. Setalah membuka pintu, betapa kagetnya lelaki yg ada didepanku melihatku membawa naila dihadapannya. Aku membawa naila masuk. Dengan mencoba menahan air mata, aku mulai berbicara dengan nada setengah menangis.
"Kenapa dulu kamu meninggalkan Naila, tepat ketika dia sedang mengandung anakmu?"
...
Bizzare love triangle
"Aku mencintaimu"
"Bohong, lalu mengapa kau masih mempertahankan dia"
Seketika ia berlalu meninggalkan jejak tanpa kata,
Seorang perempuan dengan air mata dipipinya, terasa hangat. Ia bahkan tak dapat berbicara apapun lagi. Ia hanya duduk dg tatapan kosong dipojok jendela favoritnya. didepannya terdapat sebungkus rokok dan koreknya, tapi ia tak sedikitpun mengarah kepada benda itu. Pipinya basah, bibirnya beku, matanya sembab. Seluruh tubuhnya menceritakan jelas bahwa ia sedang tak baik-baik saja. ia terlalu bodoh mencintai seorang lelaki yang jelas-jelas memiliki perempuan lain disampingnya
...
Sabtu, Juni 14
Seandainya 'dia' itu aku
Entah,
Aku berharap kmu juga bisa merasakan apa yg aku rasakan saat ini... Tidak, bukan rasa peka yang aku minta, aku tau sejak dulu kita belajar disekolah guru tak pernah mengajarkan kita arti peka, karna kadang aku juga belum tentu bisa buat 'peka' sma perasaanmu. Cemburu kamu sama perempuan itu???? Iya. Pasti. Dan itu bener adanya.
Tapi...
AKU INI SIAPA?
Aku hanya perempuan yang tiba-tiba datang dalam hubungan manis kalian (kamu dan perempuan itu). Aku sadar diri! Kamu menginginkan aku? Entah, Kenapa hanya bibirmu yang berkata begitu. Bukankah kau seharusnya memperjuangkanku dan melepas perempuan itu demi aku? Persetan! Mungkin sudah terlalu jauh aku terjatuh, mungkin sudah terllu dalam luka yg aku buat sendiri. I don't care you named it. Aku benci kalian berdua!!! Lebih tepatnya aku benci kebahagian yang kalian miliki...!
Kenapa bukan aku?
Kenapa bukan aku?
Egoiskah aku kalo aku sama sekali gak ingin kamu bahagia dengan perempuan itu?
Jahatkah aku kalo kenyataannya aku pengen kalian berpisah?
Seandainya perempuan itu AKU !!
-Roro Will
Jumat, Juni 13
tanpa judul
jika Tuhan berkehendak lain padaku, mengapa Ia mempertemukan dan membiarkanku terlibat?
bukankah beberapa mimpiku Ia biarkan saja membeku didalam tidur
mengapa lain denganmu?
mengapa kau menjadi nyata dan tidak terduga?
mengapa kemudian aku berbohong?
mengapa kemudian aku menjadi kebal dan bebal?
mengapa kemudian aku ketakutan?
kemudian aku sakit... kemudian aku sangat bahagia.. amat sangat bahagia... mengapa?....
aku begitu tak berani menerka dan menyimpulkan..
kau dikirim Tuhan dan datang untuk apa?
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa kopi yang rasanya pahit, kau seduh dengan cara yang berbeda dengan rasa yang begitu manis.
Bagaimana bisa Tuhan menciptakan satu nyawa sepertimu yang begitu sempurna.
Terimakasih telah hadir dalam hidupku, March.
-Roro Will
Selasa, Juni 10
segitiga
Minggu, Juni 8
Firework
Dimana kembang api rela membakar dirinya untuk dapat membahagiakan orang-orang disekitarnya...
Tanpa ia tahu bahwa ia menghancurkan dirinya sendiri..
Seperti indahnya hanya meriah di awal, lalu hancur menjadi abu tak tersisa..
-Roro Will
