Jumat, Juli 25

menangislah selagi menangis bisa membuatmu lega!

hari ini, malam ini, detik ini. segala tangis tumpah. entah apa yang membuatnya menjadi seperti ini.
Tuhan,
mengapa kau biarkan hatiku lagi-lagi hancur? apa memang bahagia itu tak benar adanya?

tentang hati yang tak bisa dipaksa

aku menuliskan ini atas sakit hati yang aku rasa, aku menjaga apa yang bisa membuatku bahagia, tentu aku hanya bisa menjaga tanpa harus memaksa untuk meminta.

bahagialah ibu, orang yang aku cinta bahkan menyerah dan memutuskan untuk pergi karna tak kuat sakitnya

begitupula aku, aku hanya bisa merasakan betapa segini sakitnya harus menerima kenyataan. memiliki orang tua yang bertolak belakang denganku. menginginkan aku bahagia atas apa yang membuatku tidak bahagia.
bagaimana bisa aku membuatmu kecewa bu, sementara engkau selalu memberi bahagia untukku. mungkin aku tak bisa menuntut banyak atas apa yang aku kehendaki, kadang apa yang aku ingin hanya untuk bahagiaku semata, tanpa ingin memikirkan perasaanmu.
tapi bu, kini aku sudah beranjak dewasa, sudah seharusnya aku sendiri yang memutuskan bahagiaku, karna selamanya aku bakal hidup dengan orang yang aku cintai, tidak akan mungkin selamanya aku harus hidup denganmu.
ikhlaskan aku dengan lelaki pilihanku bu, relakan anakmu bahagia. karena tanpa restu darimu aku juga tidak akan pernah mengenal bahagia.

Sabtu, Juli 5

Sahabat

             

Aku pny beberapa sahabat, orang – orang yg aku percaya utk membahas banyak hal, bertukar pikiran ttg banyak hal dan aku tak perlu jd orang lain utk bs diterima oleh mereka.
Cukup jadi diriku sendiri.
Mereka adalah orang – orang yg tau akan semua kebusukan – kebusukanku tp tetap menerima aku apa adanya tanpa komplein.

-Roro Will

Jumat, Juli 4

hai Jogja

hai Jogja,

tempat yang selalu membuatku ingin kembali, nikmati indahnya panorama kota tua. jika kau memintaku kembali ke kotamu, detik itu juga aku akan dengan senang hati mengemas ransel dan kamera untuk terbang menemuimu. sayang, realita tak selalu ramah dengan keinginan. ada hal-hal yang tak mampu kutinggalkan di sini, membuatku tak bisa setiap saat menjengukmu meski hatiku teramat rindu.

Kepada Jogja, kota yg telah menjadi belahan jiwa,

kau pernah menjadi saksi sebuah hati telah tersakiti. kaulah saksi bisu sebuah hati yang mati mampu mencintai kembali. andai kau bisa membaca tulisan ini entah dengan cara atau bahasa apa, kuingin kau tahu akulah wanita yang tak lelah menuliskanmu dalam sebuah cerita.

Tertanda,
Perempuan yang tak lagi bisa bebas menyapamu sewaktu-waktu. RoroWill

Selasa, Juli 1

Seperti yang Tuhan mau

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupanku, sangat banyak hal.. baik yang kecil maupun yang besar, dari sebuah kebetulan demi kebetulan yang merangkai jadi suatu episode kehidupan.
Banyak masalah yang aku hadapi, bahkan semua orang pasti punya masalah. Setelah aku merenung dan setelah sering kali aku menyalahkan Tuhan, menyalahkan keadaan, menyalahkan orang-orang di sekelilingku dan menyalahkan diriku sendiri.
Aku baru menyadari kalau semua itu adalah cara Tuhan untuk menegurku, mengajarku, memprosesku dan membentukku menjadi seperti yang Tuhan mau.

- Roro Will