Jumat, Juli 25

tentang hati yang tak bisa dipaksa

aku menuliskan ini atas sakit hati yang aku rasa, aku menjaga apa yang bisa membuatku bahagia, tentu aku hanya bisa menjaga tanpa harus memaksa untuk meminta.

bahagialah ibu, orang yang aku cinta bahkan menyerah dan memutuskan untuk pergi karna tak kuat sakitnya

begitupula aku, aku hanya bisa merasakan betapa segini sakitnya harus menerima kenyataan. memiliki orang tua yang bertolak belakang denganku. menginginkan aku bahagia atas apa yang membuatku tidak bahagia.
bagaimana bisa aku membuatmu kecewa bu, sementara engkau selalu memberi bahagia untukku. mungkin aku tak bisa menuntut banyak atas apa yang aku kehendaki, kadang apa yang aku ingin hanya untuk bahagiaku semata, tanpa ingin memikirkan perasaanmu.
tapi bu, kini aku sudah beranjak dewasa, sudah seharusnya aku sendiri yang memutuskan bahagiaku, karna selamanya aku bakal hidup dengan orang yang aku cintai, tidak akan mungkin selamanya aku harus hidup denganmu.
ikhlaskan aku dengan lelaki pilihanku bu, relakan anakmu bahagia. karena tanpa restu darimu aku juga tidak akan pernah mengenal bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar