Jumat, Juli 4

hai Jogja

hai Jogja,

tempat yang selalu membuatku ingin kembali, nikmati indahnya panorama kota tua. jika kau memintaku kembali ke kotamu, detik itu juga aku akan dengan senang hati mengemas ransel dan kamera untuk terbang menemuimu. sayang, realita tak selalu ramah dengan keinginan. ada hal-hal yang tak mampu kutinggalkan di sini, membuatku tak bisa setiap saat menjengukmu meski hatiku teramat rindu.

Kepada Jogja, kota yg telah menjadi belahan jiwa,

kau pernah menjadi saksi sebuah hati telah tersakiti. kaulah saksi bisu sebuah hati yang mati mampu mencintai kembali. andai kau bisa membaca tulisan ini entah dengan cara atau bahasa apa, kuingin kau tahu akulah wanita yang tak lelah menuliskanmu dalam sebuah cerita.

Tertanda,
Perempuan yang tak lagi bisa bebas menyapamu sewaktu-waktu. RoroWill

Tidak ada komentar:

Posting Komentar