Setelah beberapa saat, tiba tiba saya ingat untuk menginjakkan kaki lagi didunia nyata.
terasa sepi, hampa tidak bertujuan, pucat.
tapi...
ketika kembali mengais dunia mimpi saya yang banyak maunya ini itu saya kembali melihat warna. semakin saya berlari mengejar mimpi saya, semakin jauh saya dari akar. tapi tidak ada yang bisa membahagiakan hidup saya selain mimpi saya
dia penuh resiko tapi seruuu
dia butuh waktu tapi masih ada hari esok
dia tidak mudah diraba tapi kepercayaan yang membawanya nyata
saya tidak lagi kenal dengan orang orang yang dulu ada bersama saya
saya seperti biji tanaman semangka yang tumbuh sendirian ditengah pohon kekar dan rumput liar
sedih, tapi saya selalu tertarik dengan kekarnya si pohon pohon dan liarnya para rumput. mereka suka bercerita sendiri tentang embun atau asap kebakaran
saya punya satu opini dalam hidup saya
"kita lahir sendiri dan mati sendiri" -roro-
untuk apa menunggu yang tak pasti? hanya membuat sakit hati, bukan?
pilihan apapun akan bersifat individual, cinta hanya pelengkap.
karna Tuhan tidak menimbang amal pahala hasil dari dua orang dan saya berbuat salah. tapi Munafik jauh dr kamus hidup saya.
saya hanya akan berbuat baik kepada orang yang baik dengan saya
saya akan menolong siapa yang patut ditolong dan mengabaikan mereka yang bahkan malaikatpun tak mau dekat...
reinkarnasi adalah hal yang menakutlan buat saya sekaligus ajaib.ketika saya diberi kesempatan hidup, saya akan memilih menjadi anak (yang lebih) badung. ahh nggak, saya mau apa adanya.
cuma saya ingin sendiri dan memahami apa hidup dan tujuanya, darimana asalnya. biar saya tahu, dunia tidak untuk main-main.
saya terjebak difikiran absurd saya sendiri. seperti maknanya sendiri..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar