Sabtu, Maret 1

Surat untuk diri sendiri

Kepada Diriku,

Hai diriku sendiri, masihkah kau menyimpan luka? Tuhan tak sedang mengujimu, Ia hanya menginginkan kamu kuat dalam segala hal. tak ada sepatah katapun yang ingin kau berikan padaku?
Aku sedang kurang menjadi manusia hari ini. Aku tidak memakai perasaanku untuk banyak hal, mungkin karena ia lelah. Aku bercermin, apa yang membuatku menjadi seperti ini. Aku lelah menjadi perempuan baik, yang sebenernya perempuan ular yang melenggak lenggok ditengah dunia gemerlap. Aku seharusnya menjadi sebagaimana diriku, bukan menyamar seperti ini.
Aku menulis ini dalam kebingungan, sehingga membuatmu membaca ini juga seperti kebingungan. Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri, agar kau tau bahwa aku bosan mementingkan orang lain, aku ingin mementingkan diriku sendiri, setidaknya sampai lelahku menghilang.
Tunggu, jangan tertawa dulu, mungkin saja surat ini lucu karena aku menulis dan mengirimnya untuk diriku sendiri. Tapi biarkanlah aku menghilangkan lelahku dengan sekedar bercerita pada cermin (baca; diriku) Tidak mudah menuliskan tentang diri sendiri, karena perlu banyak mempelajari karakter diri sendiri yang kadang maunya ini lalu semenit kemudian berubah menjadi itu.
Sepertinya cukup, aku mungkin butuh refreshing agar dapat menengkan fikiran, akan ku kirim surat ini untuk diriku sendiri.

-Roro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar