pernahkah kau merasa muak pada sesuatu? pada janji yang selalu teringkari?
pada kecewa dalam tetesan air mata? ketika segalanya ada didalam dirimu, apakah yang akan kau lakukan? menangiskah? sebuah kebiasaan yang gak asing buat perempuan ketika sesuatu yang ia benci datang. air mata yang ia tahan terteteskan karena suatu hal yang tak dapat ia ungkapkan lagi melalui kata kata. segalanya menjadi hening dan membisu...
***
who's care? ahh sudahlah pertanyaan ini menyebalkan dan sangat memuakkan, aku enggan menjawab lalu memalingkan muka.
ibuku selalu cerewet ketika aku mulai meneteskan air mata bukan karna bahagia. hidupnya selalu ingin tau apa yang terjadi pada anak gadisnya ini
"kamu kenapa lagi? gak bosan nangis terus. mainanmu hilang?"
tanya ibu padaku. dan aku selalu menjawab dengan kata kata andalanku yang aku merasa (sok) kuat.
"sudahlah bu, mau sampai kapan ikut campur urusanku? aku sudah besar, aku bisa mengatasi masalahku sendiri. aku baik baik saja. dan selalu baik baik saja"
aku berlalu dari ibu...
dan ibu menarikku dan berkata
"mulutmu selalu berkata seperti itu, tapi ibu yakin, hatimu menjerit, so mau kamu berbagi atau tidak ibu hanya mengingatkan, hati hati bisa gila"
ahhh, ibu selalu menyebalkan.
lagi-lagi aku lemah dengan kata-katanya dan menceritakan segala permasalahan yang ada pada hidupku.
entah aku muak, benci dengan segala hal dan sebagainyaaa. selalu tak lepas dari ceritaku.
dengan sabarnya ibu selalu mendengarkanku dan memberi masukan yang sangat berharga, entah apa jadinya aku tanpa ibu.
"kalau kamu manusia wajar kamu merasakan sedih dan kecewa pada suatu hal, segala sesuatunya dapat terjadi dan itu semua yang akan mendewasakanmu" -Ibu-
-Roro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar